Jumat, 18 Mei 2012

Mari kita Renungkan

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang
tidak baik,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.


Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Fikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun
untuk dimakan.


Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Fikirkan tentang seseorang yang meminta-minta
dijalanan.


Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk,
Fikirkan tentang seseorang yang berada pada
keadaan yang terburuk di dalam hidupnya.


Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri anda,
Fikirkan tentang seseorang yang memohon kepada
Tuhan untuk diberikan teman hidup.


Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita,
kerana kita tidak boleh selalu melihat ke belakang.
Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah
masa depan kita.


Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita dapat mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk berupaya mengumpulkan pujian dan kritikan dan memilih mana yang benar dan mana yang salah.


Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin mana pun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak akan ada seorang pun yang dapat mencuri otak kita, fikiran kita dan idea kita. Dan apa yang anda fikirkan dalam otak anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.


Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Kerana mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa menggoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak- banyaknya.


Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh di dalam diri kita.
Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan oranglain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Minggu, 06 Mei 2012

"MENCINTAI"

Photobucket


'MENCINTAI....

BUKANlah bagaimana kamu melupakan..
melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN..

BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan..
melainkan bagaimana kamu MENGERTI..

BUKANlah apa yang kamu lihat..
melainkan apa yang kamu RASAKAN..

BUKANlah bagaimana kamu melepaskan..
melainkan bagaimana kamu BERTAHAN..


Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...
dibandingkan menangis tersedu2...

Air mata yang keluar dapat dihapus..
sementara air mata yang tersembunyimenggoreskan luka yang tidak akan
pernah hilang..


Akan tiba saatnya di mana kamu harus berhenti
mencintai seseorang
BUKANkarena orang itu berhenti mencintai kita
MELAINKANkarena kita menyadaribahwa orang itu akan lebih berbahagia,
apabila kita melepaskannya.


Apabila kamu benar2 mencintai seseorang,
jangan lepaskan dia..
jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti
kamubenar 2 mencintai
MELAINKAN... BERJUANGLAH demi cintamu
Itulah CINTA SEJATI


Lebih baik menunggu orang yang
kamu inginkan
DARIPADAberjalan bersama orang 'yang
tersedia'
Lebih baik menunggu orang yang kamu
cintai DARIPADAorang yang berada di sekelilingmu
Lebih baik menunggu orang yang tepat
karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuanghanya
dengan 'seseorang'












(Kahlil Gibran)

Selasa, 10 April 2012

NYANYIAN SUKMA

Nyanyian Sukma

Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata;
sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku,

Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;
ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis
kainnya,
dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh
bibirku.

Betapa dapat aku mendesahkannya?
Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan
fana
Kepada siapa aku akan menyanyikannya?

Dia tersimpan dalam relung sukmaku
Kerna aku risau, dia akan terhempas
Di telinga pendengaran yang keras.
Pabila kutatap penglihatan batinku

Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya,
Dan pabila kusentuh hujung jemariku
Terasa getaran kehadirannya.
Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya,
Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya
bintang-bintang bergemerlapan.

Air mataku menandai sendu
Bagai titik-titik embun syahdu
Yang membongkarkan rahsia mawar layu.
Lagu itu digubah oleh renungan,
Dan dikumandangkan oleh kesunyian,
Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran,
Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan,
Dan difahami oleh cinta,
Dan disembunyikan oleh kesedaran siang
Dan dinyanyikan oleh sukma malam.

Lagu itu lagu kasih-sayang,
Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakah Yang
mampu membawakannya berkumandang?
Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati:
Suara manakah yang dapat menangkapnya?
Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci, Getar nada mana yang mampu menggoyahnya?
Siapa berani menyatukan debur ombak samudra
dengan kicau bening burung malam?
Siapa yang berani membandingkan deru alam,
Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian?
Siapa berani memecah sunyi Dan lantang menuturkan bisikan sanubari
Yang hanya terungkap oleh hati?
Insan mana yang berani melagukan kidung suci
Tuhan?






(kahlil gibran)

Minggu, 08 April 2012

PUISI CINTA

Senandung Cinta

Jiwa yang terkapar nada rindu mengusik kalbu
Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
Nada kasih mengalir menembus sukma
Menyentuh batin mengalirkan sayang

Nyanyian yang tiada pernah tergores tinta
Sungguh...betapa segala resah mendesah
Bimbang mengguncang dalam ketidak-abadian
Untuk siapa nada ini kan menyapa

Di relung jiwa bersemayam segala rasa
Terhempas risau, melayang hilang
Menjelajah hati menjawab tanya
Hadir membayang dalam bayang-bayang
Getar ujung jemari kabarkan kehadirannya
Nyata terasa getaran dijiwa. Bening air mata, berkaca-kaca
Bak air telaga yang memantulkan gemerlap bintang

Sendu merayu ditengah heningnya malam
Bercengkrama bersama titik-titik embun
Membongkar dinginnya kabut rahasia
Hingga kebenaran, datang menjelang

Nada lahir dari ujung renungan
Mengalun bersama kesunyian
Menepis semua kebisingan
Mengalir diantara mimpi dan bayangan

Adalah cinta terbawa nyata diantara alunan nada
Rindu memecah sepi, lantang bergemuruh menderu
hati
Menabur mimpi, dalam hasrat menggebu di ujung
rindu
Dibalik nada-nada cinta, aku menemukanmu



(kahlil gibran)

Rabu, 04 April 2012

Penantianku sia-sia

Sudah sejak lama aku menunggumu disini, di tempat ini, dimana hanya engkau dan aku yang tahu. Hari demi hari terus berganti, tahun demi tahun pun berlalu, tanpa ada tanda untuk kedatanganmu.

Aku belum kalah dengan penantian ini, aku hanya sedikit resah dengan hati ini, tapi aku masih mampu tuk tak beranjak dari tempat ini, karna aku yakin suatu saat nanti kamu akan kembali.

Berharap dan terus berharap, menanti dan terus menanti dirimu yang tak pasti kapan kembali, lelah sudah ragaku ini lelah sudah hati ini. Ingin rasanya kutepis rindu ini, ingin ku musnahkan segala harap ini.

Dan kini, setelah penantian panjangku, akhirnya kau kembali, tapi sayang semua seprti sirna . Sejuta harapkupun sia-sia, karna ternyata kau tlah lupakan semua.