Impian
Jangan kau tangisi…….
Yang telah terjadi.
Anggaplah… hanya mimpi belaka.
Janganlah kau tangisi perpisahan ini.
Barulah kau sesali yang telah terjadi.
Walaupun aku masih ingin bersamamu.
Tapi takdir membuat diri kita berpisah.
Janganlah kau tangisi yang telah terjadi.
Barulah kau sesali yang telah terjadi.
Tak pernah kubayangkan
begini jadinya.
Impian bahagia kini hancur sudah.
Hari yang kulewati hampa tak terasa.
Burung-burung tak lagi
menari dan menyanyi.
Cintaku padamu bagai bunga surya.
Yang tak mungkin layu,
mekar selamanya.
IZinkanlah
Izinkanlah aku
walau sedetik lamanya.
Aku berjumpa sang kekasih.
Walaupun akhirnya
aku harus menderita.
Karena berpisah Sang Kekasih.
Karena ayah bunda tak merestui
cintaku padamu.
Lama, lama…. Tiada bertemu.
Betapa rindunya terasa hatiku.
Doaku padaMU Tuhan, izinkanlah.
Izinkanlah aku
untuk yang terakhir.
Melepaskan rindu
yang lama terpendam.
Doaku padaMU Tuhan, izinkanlah.
Senin, 05 Maret 2012
PERGILAH,,,,!! (Smoga kau benar-benar bahagia)
Entah kenapa akhir-akhir ini ingatanku slalu padamu, Entah kenapa aku harus teringat lagi luka lama yang sudah ingin kukubur dalam-dalam bersama cintamu,Mungkinkah kau sedang mengingatku?,
Mungkin kau juga sedang rindu padaku,
Aah,,,, tapi rasanya tak mungkin,,
Kau sudah bahagia bersama keluargamu,
Kau sudah bahagia bersama anak-anakmu,
Kau sudah memiliki semuanya.
Yach,,,,
Ini hanya ketidak berdayaanku menghapus cerita singkat indah cinta kita.
Aku bosan seperti ini, aku benci perasaan ini,
Waktu yang tlah kian lama masih juga tak mampu membunuh seluruh bayangmu dari kehidupanku,
Pergilah,,,
Berbahagialah bersama orang yang ingin bahagia denganmu,
Karna cinta kita tidak hanya untuk kita tapi untuk keluarga kita,
Pergilah,,,
Sebelum aku berubah pikiran dan memaksamu kembali padaku,
Karna dari tempatku berdiri aku masih mampu melihatmu bersanding dengan orang lain.
Lihat lah senyum manisku, masih bisa kupersembahkan khusus untukmu,
Lihat lah orang sekelilingmu, mereka begitu bahagia menantimu, jangan pernah kecewakan mereka.
Hentikan tangismu, terlalu mahal jika teteskan hanya tuk seorang seprtiku yang masih bisa bahagia dalam kepura-puraan, aku masih bisa tertawa dalam kepura-puraan.
Biarlah ku nikmati kesendirianku.
Biarlah ku nikmati kesepiaanku.
Mungkin kau juga sedang rindu padaku,
Aah,,,, tapi rasanya tak mungkin,,
Kau sudah bahagia bersama keluargamu,
Kau sudah bahagia bersama anak-anakmu,
Kau sudah memiliki semuanya.
Yach,,,,
Ini hanya ketidak berdayaanku menghapus cerita singkat indah cinta kita.
Aku bosan seperti ini, aku benci perasaan ini,
Waktu yang tlah kian lama masih juga tak mampu membunuh seluruh bayangmu dari kehidupanku,
Pergilah,,,
Berbahagialah bersama orang yang ingin bahagia denganmu,
Karna cinta kita tidak hanya untuk kita tapi untuk keluarga kita,
Pergilah,,,
Sebelum aku berubah pikiran dan memaksamu kembali padaku,
Karna dari tempatku berdiri aku masih mampu melihatmu bersanding dengan orang lain.
Lihat lah senyum manisku, masih bisa kupersembahkan khusus untukmu,
Lihat lah orang sekelilingmu, mereka begitu bahagia menantimu, jangan pernah kecewakan mereka.
Hentikan tangismu, terlalu mahal jika teteskan hanya tuk seorang seprtiku yang masih bisa bahagia dalam kepura-puraan, aku masih bisa tertawa dalam kepura-puraan.
Biarlah ku nikmati kesendirianku.
Biarlah ku nikmati kesepiaanku.
Minggu, 04 Maret 2012
SUARA SANG GURU
Dari sebuah buku karya Kahlil Gibran :
"Aku pernah melihatmu,saudaraku,terpikat oleh seorang wanita cantik,yang menundukkan hatimu dialtar cintanya.Ketika aku melihat dia menatapmu dengan kelembutan dan cinta seorang ibu,aku berkata pada diriku sendiri,"Cinta abadi telah menghilangkan kesepian lelaki itu dan menggabungkan hatinya dengan hati yang lain."
Namun, ketika aku melihat lagi,aku menyaksikan dalam hatimu yang mencinta sebuah hati lain yang sepi,yang menjerit dengan sia-sia untuk menjelaskan rahasia-rahasianya pada seorang wanita,dan dibelakang jiwamu yang penuh cinta,ada sebuah hati kesepian yang tampak seperti awan yang aneh,yang mengharapkan dengan sia-sia bahwa ia akan menjadi tetesan airmata dimata kekasihmu.." (Almuhtada)
''Suara Sang Guru''
Sang guru berkata: Kamu menginginkan aku untuk menceriterakan tragedi yg kenangannya hidup kembali di setiap hari dan malam memenuhi kalbuku, kamu bosan dg kebisuanku yg panjang dan rahasiaku yg tak terucapkan, dan kamu terganggu oleh keluh kesah dan ratapanku. Terhadap dirimu sendiri kamu berkata, Jika sang guru tidak mengizinkanku memasuki kuil dukacitanya,bagaimana aku akan memasuki rumah kasih sayangnya?. 'Dengarkan ceritaku ... Dengarkanlah, tetapi jangan kasihani aku,krn rasa kasihan mengundang kelemahan padahal aku msh kuat dalam penderitaanku. 'Sejak masa mudaku, aku sering didatangi oleh seorang wanita aneh,baik saat aku terjaga maupun tidur. Aku mendengarnya ketika aku sendiri di malam hari, sambil duduk di sisi tempat tidurku. Dalam kebisuan tengah malamku.aku mendengar suaranya yg merdu. Seringkali, ketika aku menutup mataku, aku merasakan sentuhan jemarinya yg lembut di atas bibirku, dan tatkala kubuka mataku, aku telah dikuasai oleh ketakutan,dan tiba2 mulai sering mendengarkan suara2 dari Ketiadaan... 'Seringkali aku merasa heran, sambil berkata pd diriku sendiri, Inikah khayalanku yg membuatku bingung hingga aku merasa seolah2 hilang dlm awan gemawan? Apakah aku telah menciptakan dari urat2 nadi mimpi2ku satu ketuhanan yg baru dg suara melodi dan sentuhan yg lembut? Apakah aku kehilangan rasa, dan dlm kegilaanku tlh menciptakan seorang kekasih tersayang ini? Apakah aku tlh menarik diriku dari masyarakat manusia dan keramaian kota sehingga aku bisa hidup sendiri dg kekasihku tercinta ini? Apakah aku tlh menutup mata dan telingaku dari berbagai bentuk kehidupan sehingga aku merasa lebih baik melihatnya dan mendengar suara surgawinya? 'Seringkali aku merasa heran: Apakah aku org gila yg ditakdirkan untuk menyendiri, dan dari hantu kesendiriannya itu menciptakan seorang teman dan pasangan untuk jiwanya?' 'Aku berbicara mengenai pasangan, dan kamu merasa aneh dg kata itu. Tetapi betapa kita sering dibingungkan oleh pengalaman2 aneh,yg kita tolak sebagai sebuah kemustahilan, tetapi realitasnya tdk dpt kita hilangkan dari pikiran kita, cobalah apa yg hrs kita lakukan? 'Wanita dlm lamunan ini sungguh telah menjadi pasanganku, yg berbagi seluruh kebahagiaan dan derita kehidupan dg diriku. Ketika aku terbangun pd pagi hari, aku melihatnya menekuk bantalku, sambil menatapku dg mata yg dipenui sinar kebaikan dan cinta keibuan. Dia bersamaku di saat aku merencanakan suatu pekerjaan, dan dia menolongku untuk menyelesaikannya. Ketika aku akan menyantap hidangan, dia duduk bersamaku, dan kami bertukar pikiran dan bercengkeram. Di sore hari, dia bersamaku lagi, dgn mengatakan, 'Kita telah tinggalkan disini terlalu lama di tempat ini. Marilah kita berjalan di ladang2 dan padang2 rumput.' Kemudian aku meninggalkan pekerjaanku, dan mengikutinya menuju ladang2, dan kami duduk di atas sebuah batu yg tinggi dan menatap cakrawala yg jauh. Dia menunjukkan pdku mega2 berwarna emas, dan menyadarkanku tentang nyanyian burung yg berkicau sebelum mrk tidur di mlm hari, sambil bersyukur kpd Tuhan atas karuniaNya yg berupa kebebasan dan kedamaian. 'Setiap saat ia dtg ke kemarku, saat aku gelisah dan susah. Kemudian seluruh kecemasan dan kesusahan itu berubah menjadi kesenangan dan ketenangan. Ketika jiwaku memberontak melawan ketidakadilan seseorang terhadap org lain, dan aku melihat wajahnya berada di tengah2 wajah2 yg ingin kuhindari, prahara dlm hatiku hilang seketika dan digantikan oleh suara2 kedamaian surgawi. Ketika aku sendiri dan anak panah kepahitan hidup menikam jantungku, aku melihat kekasihku menatapku dg mata yg penuh kasih sayang, sehingga kesedihan berubah menjadi kegembiraan, dan Kehidupan tampak seperti Surga Eden kebahagiaan. 'Kamu mungkin bertanya, bagaimana aku dapat menyenangi eksistensi aneh yg demikian, dan bagaimana seorang lelaki, seperti diriku, di musim semi kehidupan, menemukan kesenangan dlm hantu2 dan mimpi2? Tetapi kukatakan pdmu, tahun2 yg telah kulalui dinegeri ini merupakan batu pertama dari seluruh perjalanan yg membuatku mengerti akan Kehidupan, Keindahan, Kebahagiaan, dan Kedamaian. 'Karena kekasih imajinasiku aku menjadi suka berpikiran bebas melayang2 di depan wajah matahari, atau mengambang di atas permukaan air, sambil menyanyikan sebuah lagu dlm sorotan cahaya rembulan sebuah lagu kedamaian yg menenangkan jiwa dan membimbingnya menuju keindahan yg tak terlukiskan. 'Kehidupan adalah apa yg kita lihat dan kita alami melalui jiwa, sedangkan dunia yg ada di sekeliling kita, kita ketahui melalui pemahaman dan akal kita. Pengetahuan demikian membawa kita pd kesenangan atau kesedihan yg besar. Dan kehidupan ini adalah kesedihan yg ditakdirkan untukku sebelum aku berusia tiga puluh tahun, seolah2 aku telah mati sebelum aku mencapai tahun2 yg mengeringkan darah dijantungku dan air kehidupanku, dan meninggalkanku seperti pohon layu dgn cabang2 yg tak lagi tertiup angin sepoi2, dan tempat yg tak lagi ditempati burung untuk bersarang.'
"Aku pernah melihatmu,saudaraku,terpikat oleh seorang wanita cantik,yang menundukkan hatimu dialtar cintanya.Ketika aku melihat dia menatapmu dengan kelembutan dan cinta seorang ibu,aku berkata pada diriku sendiri,"Cinta abadi telah menghilangkan kesepian lelaki itu dan menggabungkan hatinya dengan hati yang lain."
Namun, ketika aku melihat lagi,aku menyaksikan dalam hatimu yang mencinta sebuah hati lain yang sepi,yang menjerit dengan sia-sia untuk menjelaskan rahasia-rahasianya pada seorang wanita,dan dibelakang jiwamu yang penuh cinta,ada sebuah hati kesepian yang tampak seperti awan yang aneh,yang mengharapkan dengan sia-sia bahwa ia akan menjadi tetesan airmata dimata kekasihmu.." (Almuhtada)
''Suara Sang Guru''
Sang guru berkata: Kamu menginginkan aku untuk menceriterakan tragedi yg kenangannya hidup kembali di setiap hari dan malam memenuhi kalbuku, kamu bosan dg kebisuanku yg panjang dan rahasiaku yg tak terucapkan, dan kamu terganggu oleh keluh kesah dan ratapanku. Terhadap dirimu sendiri kamu berkata, Jika sang guru tidak mengizinkanku memasuki kuil dukacitanya,bagaimana aku akan memasuki rumah kasih sayangnya?. 'Dengarkan ceritaku ... Dengarkanlah, tetapi jangan kasihani aku,krn rasa kasihan mengundang kelemahan padahal aku msh kuat dalam penderitaanku. 'Sejak masa mudaku, aku sering didatangi oleh seorang wanita aneh,baik saat aku terjaga maupun tidur. Aku mendengarnya ketika aku sendiri di malam hari, sambil duduk di sisi tempat tidurku. Dalam kebisuan tengah malamku.aku mendengar suaranya yg merdu. Seringkali, ketika aku menutup mataku, aku merasakan sentuhan jemarinya yg lembut di atas bibirku, dan tatkala kubuka mataku, aku telah dikuasai oleh ketakutan,dan tiba2 mulai sering mendengarkan suara2 dari Ketiadaan... 'Seringkali aku merasa heran, sambil berkata pd diriku sendiri, Inikah khayalanku yg membuatku bingung hingga aku merasa seolah2 hilang dlm awan gemawan? Apakah aku telah menciptakan dari urat2 nadi mimpi2ku satu ketuhanan yg baru dg suara melodi dan sentuhan yg lembut? Apakah aku kehilangan rasa, dan dlm kegilaanku tlh menciptakan seorang kekasih tersayang ini? Apakah aku tlh menarik diriku dari masyarakat manusia dan keramaian kota sehingga aku bisa hidup sendiri dg kekasihku tercinta ini? Apakah aku tlh menutup mata dan telingaku dari berbagai bentuk kehidupan sehingga aku merasa lebih baik melihatnya dan mendengar suara surgawinya? 'Seringkali aku merasa heran: Apakah aku org gila yg ditakdirkan untuk menyendiri, dan dari hantu kesendiriannya itu menciptakan seorang teman dan pasangan untuk jiwanya?' 'Aku berbicara mengenai pasangan, dan kamu merasa aneh dg kata itu. Tetapi betapa kita sering dibingungkan oleh pengalaman2 aneh,yg kita tolak sebagai sebuah kemustahilan, tetapi realitasnya tdk dpt kita hilangkan dari pikiran kita, cobalah apa yg hrs kita lakukan? 'Wanita dlm lamunan ini sungguh telah menjadi pasanganku, yg berbagi seluruh kebahagiaan dan derita kehidupan dg diriku. Ketika aku terbangun pd pagi hari, aku melihatnya menekuk bantalku, sambil menatapku dg mata yg dipenui sinar kebaikan dan cinta keibuan. Dia bersamaku di saat aku merencanakan suatu pekerjaan, dan dia menolongku untuk menyelesaikannya. Ketika aku akan menyantap hidangan, dia duduk bersamaku, dan kami bertukar pikiran dan bercengkeram. Di sore hari, dia bersamaku lagi, dgn mengatakan, 'Kita telah tinggalkan disini terlalu lama di tempat ini. Marilah kita berjalan di ladang2 dan padang2 rumput.' Kemudian aku meninggalkan pekerjaanku, dan mengikutinya menuju ladang2, dan kami duduk di atas sebuah batu yg tinggi dan menatap cakrawala yg jauh. Dia menunjukkan pdku mega2 berwarna emas, dan menyadarkanku tentang nyanyian burung yg berkicau sebelum mrk tidur di mlm hari, sambil bersyukur kpd Tuhan atas karuniaNya yg berupa kebebasan dan kedamaian. 'Setiap saat ia dtg ke kemarku, saat aku gelisah dan susah. Kemudian seluruh kecemasan dan kesusahan itu berubah menjadi kesenangan dan ketenangan. Ketika jiwaku memberontak melawan ketidakadilan seseorang terhadap org lain, dan aku melihat wajahnya berada di tengah2 wajah2 yg ingin kuhindari, prahara dlm hatiku hilang seketika dan digantikan oleh suara2 kedamaian surgawi. Ketika aku sendiri dan anak panah kepahitan hidup menikam jantungku, aku melihat kekasihku menatapku dg mata yg penuh kasih sayang, sehingga kesedihan berubah menjadi kegembiraan, dan Kehidupan tampak seperti Surga Eden kebahagiaan. 'Kamu mungkin bertanya, bagaimana aku dapat menyenangi eksistensi aneh yg demikian, dan bagaimana seorang lelaki, seperti diriku, di musim semi kehidupan, menemukan kesenangan dlm hantu2 dan mimpi2? Tetapi kukatakan pdmu, tahun2 yg telah kulalui dinegeri ini merupakan batu pertama dari seluruh perjalanan yg membuatku mengerti akan Kehidupan, Keindahan, Kebahagiaan, dan Kedamaian. 'Karena kekasih imajinasiku aku menjadi suka berpikiran bebas melayang2 di depan wajah matahari, atau mengambang di atas permukaan air, sambil menyanyikan sebuah lagu dlm sorotan cahaya rembulan sebuah lagu kedamaian yg menenangkan jiwa dan membimbingnya menuju keindahan yg tak terlukiskan. 'Kehidupan adalah apa yg kita lihat dan kita alami melalui jiwa, sedangkan dunia yg ada di sekeliling kita, kita ketahui melalui pemahaman dan akal kita. Pengetahuan demikian membawa kita pd kesenangan atau kesedihan yg besar. Dan kehidupan ini adalah kesedihan yg ditakdirkan untukku sebelum aku berusia tiga puluh tahun, seolah2 aku telah mati sebelum aku mencapai tahun2 yg mengeringkan darah dijantungku dan air kehidupanku, dan meninggalkanku seperti pohon layu dgn cabang2 yg tak lagi tertiup angin sepoi2, dan tempat yg tak lagi ditempati burung untuk bersarang.'
Kamis, 01 Maret 2012
HARUS TERLUPAKAN
Melangkah dan terus melangkah
Tertatih melangkah menjauh berlari
Dari siapa ia berlari?
Ibliskah itu yang gelap merajai?
Buruk rupakah yang mengejarnya dari jauh?
Pudar pandang tak mengerti
Ia memang berlari pergi
Namun tak ada yang mengetahui
Bahwa nilai pandang bumi
Sungguh benar tak berarti
Karena itu ia berlari
Berlari…….
Pernah sejenak ia berhenti
Namun tersesali meski lelah terpenuhi
Peluh dalam sanubari
Lalu ia berhenti menghinggapi
Dan kembali berlari
Melangkah pergi
Salahkah mencinta bidadari
Bila memang congkaknya setajam duri
Sakitnya tak lebih baik dari sepi
Meski kini menyesali
Karena memori menancap abadi
Dalam hidup yang ia jalani
Maka ia berlari
Berlari……..
Meski indah berbalut rapi
Namun awal tetap harus mengakhiri
Dengan segala daya ia beralih
Namun laknat orang itu
Bukan teman bila bantu sakiti
Bukan teman bila selalu interogasi
Tak sadarkah kau?
Dia harus pergi….
Atau aku kan selalu berlari
Bukan menghindari sebuah memori
Namun mengais tanah dan mencari
Nikmat sebuah rasa cinta
Benar tak sekadar rasa
Bila teman bantulah melupa
Kini ada pengganti dia
Cinta ini berbeda
Oleh karenanya……
Bila teman janganlah bertanya
Tentang dia yang harus terlupakan
Tertatih melangkah menjauh berlari
Dari siapa ia berlari?
Ibliskah itu yang gelap merajai?
Buruk rupakah yang mengejarnya dari jauh?
Pudar pandang tak mengerti
Ia memang berlari pergi
Namun tak ada yang mengetahui
Bahwa nilai pandang bumi
Sungguh benar tak berarti
Karena itu ia berlari
Berlari…….
Pernah sejenak ia berhenti
Namun tersesali meski lelah terpenuhi
Peluh dalam sanubari
Lalu ia berhenti menghinggapi
Dan kembali berlari
Melangkah pergi
Salahkah mencinta bidadari
Bila memang congkaknya setajam duri
Sakitnya tak lebih baik dari sepi
Meski kini menyesali
Karena memori menancap abadi
Dalam hidup yang ia jalani
Maka ia berlari
Berlari……..
Meski indah berbalut rapi
Namun awal tetap harus mengakhiri
Dengan segala daya ia beralih
Namun laknat orang itu
Bukan teman bila bantu sakiti
Bukan teman bila selalu interogasi
Tak sadarkah kau?
Dia harus pergi….
Atau aku kan selalu berlari
Bukan menghindari sebuah memori
Namun mengais tanah dan mencari
Nikmat sebuah rasa cinta
Benar tak sekadar rasa
Bila teman bantulah melupa
Kini ada pengganti dia
Cinta ini berbeda
Oleh karenanya……
Bila teman janganlah bertanya
Tentang dia yang harus terlupakan
LUKA KITA
(15M14T1)
LUKA KITA
Kau cium aku tuk pertama kali,
Kau peluk aku tuk pertama kali,
Semua kurasa indah dalam hidupku,
Kehangatan cinta yang kau beri,
Kasih sayang yang kau beri,
Semua ku catatkan indah dalam hatiku.
Tapi sayang,
Semua ini awal cerita kelam hidupku,
Semua ini awal keterpurukanku,
Saat aku sadari itu ciuman terakhirmu,
Itu pelukan terakhirmu,
Tapi apa daya,
Aku hanya punya cinta,
Yang tak lagi bisa berbuat apa-apa.
Maafkan aku,
Aku tak punya pilihan,
Aku tak punya keberanian,
Maafkan aku,
Hanya bisa mengorbankan cinta kita,
Hanya bisa menbuat luka atas cinta kita.
Demi orang tua kita,
Kita masih bisa menikmati luka,
Kita masih bisa menikmati derita,
Karna aku yakin,
Ini yang terbaik tuk mereka.
LUKA KITA
Kau cium aku tuk pertama kali,
Kau peluk aku tuk pertama kali,
Semua kurasa indah dalam hidupku,
Kehangatan cinta yang kau beri,
Kasih sayang yang kau beri,
Semua ku catatkan indah dalam hatiku.
Tapi sayang,
Semua ini awal cerita kelam hidupku,
Semua ini awal keterpurukanku,
Saat aku sadari itu ciuman terakhirmu,
Itu pelukan terakhirmu,
Tapi apa daya,
Aku hanya punya cinta,
Yang tak lagi bisa berbuat apa-apa.
Maafkan aku,
Aku tak punya pilihan,
Aku tak punya keberanian,
Maafkan aku,
Hanya bisa mengorbankan cinta kita,
Hanya bisa menbuat luka atas cinta kita.
Demi orang tua kita,
Kita masih bisa menikmati luka,
Kita masih bisa menikmati derita,
Karna aku yakin,
Ini yang terbaik tuk mereka.
Langganan:
Postingan (Atom)